Kekeluargaan Kucing Bikin Pusing



Beberapa bulan ke belakang, entah kenapa sering ada kucing numpang tidur di keset depan rumah. Tak hanya satu, kadang dua, tiga kucing berdiam disana. Karena tidak mengganggu, kami biarkan saja kucing-kucing itu menjadi "satpam pribadi". Tiap hari melihat pemandangan itu, istri saya terketuk hatinya untuk memberi makan kucing itu. Bahkan kami sampai membeli tempat makan kucing. Tiap pagi sebelum berangkat dan sore sepulang kerja atau malam sebelum tidur kebutuhan pangan kucing-kucing itu terpenuhi.

Selama ngasih makan itu, kami perhatikan kucing-kucing yang sering datang dan kebiasaan mereka. Ada empat ekor kucing yang rutin datang ke rumah membawa perut lapar. Dua kucing pertama ada kucing dengan warna dominan putih dan sedikit emas di beberapa bagian, dan kucing dengan keseluruhan warna hitam. Karena sering datang bersamaan, saya asumsikan mereka ini suami istri. Dimana kucing putih sebagai suami dan yang hitam istrinya. Kenapa saya tahu yang hitam itu istrinya, yang artinya adalah kucing betina, itu ada hubungannya dengan kucing ketiga. Kucing ketiga ini kucing kecil dengan warna dominan emas dan sedikit hitam, juga warna putih di bagian bawah. Kembali ke asumsi saya bahwa kucing hitam tadi adalah betina, karena sering saya menemukan momen si kucing itu sedang menyusui si kucing kecil. Kesimpulan awal, mereka ayah ibu dan anak kucing. Lalu, seperti apa dan siapa kucing ke empat?. Dari kebiasaan yang kami perhatikan, yaitu si kucing ke empat ini kadang jalan bareng kucing pertama, kadang sama kucing kedua, dan pernah juga makan bareng kucing ketiga, saya asumsikan lagi bahwa kucing ini masih satu keluarga. Mungkin keluarga sambung, entah lah.

Berbulan-bulan kami memberi makan kucing dengan asumsi di atas, hingga pada satu malam, asumsi itu hancur. Selepas salat magrib, saya mendengar suara kucing tepat depan pintu. Kami heran karena jatah makan sudah diberikan sore tadi. Karena penasaran, saya lihat dari balik kaca pemandangan yang ngeri-ngeri sedap. Di luar, si kucing yang saya asumsikan sebagai bapakmya tadi sedang mantap-mantap alias ena-ena. Kenapa ngeri-ngeri sedap, karena dia ena-ena dengan kucing yang saya asumsikan sebagai anaknya.

Sejak kejadian itu, walau istri saya masih rutin ngasih makan, tapi perasan dia sudah berbeda. Mereka berdua, bapak bajingan dan anak ternoda!!!.

Sungguh kekeluargaan kucing yang bikin pusing 🥴. 

No comments

Powered by Blogger.