Tren Sepeda Yang Bedebah dan Lika Liku Mendapatkan London Taxi


Sudah lama kita semua terjebak dalam pandemi Covid-19. Salah satu cara agar virus jauh-jauh dari tubuh kita adalah dengan meningkatkan imun. Dan salah satu cara untuk meningkatkan imun adalah dengan berolahraga. Idealnya, idealnya nih, olahraga yang paling cocok di masa pandemi yang merusak ekonomi ini ya pilih yang murah-murah gitu. Lari, misalnya. Awal-awal pandemi, memang sempat banyak orang menjadikan lari sebagai olahraga.


Nah, entah siapa dan kapan tren lari ini bergeser menjadi tren sepeda. Siapa orang bedebah itu? Coba lihat instagram, twitter, WA story, isinya orang sepedaan semua. Rame bener. Awalnya, iman saya kokoh, gak akan ikut-ikutan tren sepeda ini. Tapi, makin kesini, dengan terus diracuni orang sepedaan, iman saya luntur juga.


Saya mulai pilih-pilih sepeda mana yang nantinya bakal saya tunggangi. Parameternya jelas yang murah dan lumayan punya nama. Saya tanya-tanya teman yang sudah lama sepedaan, bantu merekomendasikan mana yang cocok. Untuk merek saya pilih Polygon. Saya cari-cari, Polygon yang harga lumayan masuk kantong itu seri Monarch. Mulailah saya bergeriliya mencari. Pertama saya datangi jalan Veteran, yang terkenal sebagai tempat berjejer toko-toko sepeda. Toko demi toko saya datangi, tanya dan hasilnya nihil. Karena saya telat ikut trennya, stok sepeda di hampir semua toko sudah mulai menipis, dan pilihan menjadi semakin sulit. 



Saya alihkan pencarian ke online. Melenceng dulu sedikit. Dulu kalau mau belanja online, top of mind saya itu Bukalapak. Tapi entah kenapa sekarang tiap mau belanja online, yang pertama terpikir selalu Tokopedia. Ada yang sama kaya saya? Kembali lagi ke sepeda, saya cari sepeda yang saya inginkan tadi, Monarch. Nah seri Monarch ini sendiri beragam, mulai dari Monarch 1 sampai 5. Saya ketikkan Monarch 5 di kolom pencarian tokopedia dan seketika muncul Monarch 5 dari bermacam-macam toko, dari yang harganya manusiawi sampai yang setaniawi. Saya coba satu toko. Karena telanjur ngebet, tak ada proses tanya-tanya dulu. Saya masukkan ke keranjang dan bayar. Karena saat itu di Ovo saya ada saldo, maka sebagian saya bayar menggunakan Ovo, sisanya saya transfer. Beres, langsung saya konfirmasi ke penjual. Anehnya, si penjual mengatakan tidak melayani pembayaran lewat ovo dan mengarahkan pembayaran lewat indomaret, bank transfer. Karena curiga, saya batalkan pesanan dan mulai mencari toko lain. Anehnya, beberapa toko yang saya coba tanya, menerapkan sistem pembayaran seperti tadi. Saya gak tau memang bisa sistem seperti itu atau mereka ada niat menipu.

Dari berbagai pencarian itu, saya mendapat satu pelajaran. Si toko tau sepeda sedang menjadi primadona, makanya mereka memasukkan produk sepeda kedalam katalog toko mereka untuk menarik calon pembeli, walaupun sepedanya tak benar-benar ada dan mereka sebelumnya berjualan yang tak ada hubungannya dengan sepeda. Kenapa saya tau, karena saya ngecek, ada toko yang sebelumnya menjual alat-alat pancing, jersey, dll, jadi memasukkan sepeda. Dan pada akhirnya saya tidak mendapat sepeda yang saya mau. Ini yang saya gak tau, apakah seri Monarch ini memang masih dijual apa udah gak diproduksi ya. Haha, maklum newbie.

Tak mau terburu-buru, saya pun mulai melonggarkan keinginan untuk bersepeda. Tetap nyari, tapi gak terlalu ngotot. Suatu hari saya melihat Whatsapp story teman yang jual sepeda. Dari merek, ini bukan merek yang familiar di telinga dan mata. Tapi desainnya ciamik. Retro. Namanya London Taxi. Saya mulai googling mencari tahu sepeda ini. Karena teman saya ini banyak menjual jenis sepeda lipat, saya coba cari apakah London Taxi mengeluarkan tipe yang lain. Singkat cerita, saya cari di Tokopedia karena London Taxi ada toko resminya disana. Oh iya, pilihan saya Road Bike 700C. Dan, sialnya, tipe yang saya mau stoknya habis.

Saya yang tadinya gak terlalu ngebet, liat sepeda itu hasrat bersepeda kembali tinggi. Saya coba hubungi teman saya tadi, menanyakan apakah punya stok sepeda yang saya inginkan. Dan sudah diduga, nihil. Dia menawarkan untuk ikut PO, saya tanya harganya. Naudzubilahimindzalik. Pre order yang biasanya harganya lebih murah, ini lebih mahal nyaris dua kali lipat. Lalu saya coba iseng menghubungi si London Taxi via Whatsapp, dan ternyata mereka dalam waktu dekat tidak membuka PO untuk seri yang saya mau. Tak hilang akal, saya mencoba tanya-tanya via DM ke Gramedia, Ace Hardware di Bandung, karena toko-toko tersebut menjual London Taxi. Sudah diduga, hasilnya sama.

Saat itu, pikiran udah gak tenang, kerja mulai gak fokus mikirin si London Taxi. Untungnya tidur masih nyenyak dan makan masih revvog. Di tengah pikiran yang tak menentu itu, tiba-tiba terlintas nyari komunitas London Taxi di Facebook. Singkat cerita saya menemukan komunitas tersebut, bergabung, dan mulai terjun kedalam postingan-postingan membernya yang saya sadari sejak awal, isinya "racun" semua. Trik saya waktu itu, saya cari post orang yang berlabel WTB atau want to buy, lalu saya baca-baca komentarnya. Pengalaman di twitter yang selalu ada pelapak akun netflix di tweet-tweet yang lagi heboh, saya berharap hal serupa, ada yang menawarkan sepeda yang saya ingin. 

Dan ternyata, memang ada yang menawarkan sepeda, baik baru atau bekas. Karena saat itu belum diterima sebagai anggota, saya tidak bisa memberikan komentar di sana. Akhirnya, saya DM orang yang menawarkan speda di kolom komentarnya. Ada yang langsung merespon, ada yang tak merespon sama sekali. Lalu, nyangkutlah saya dengan salah satunya. Tanya-tanya sebentar, saya langsung diberi link Tokopedia-nya. Karena sepeda sedang menjadi primadona, saya tidak sendiri berburu barang yang tinggal satu biji tersebut. Si penjual memberikan link ke orang lain juga, yang artinya, REBUTAN. Dulu-duluan check-out. Ngeri gak tuh. 

Pada akhirnya saya yang mendapatkan sepeda tersebut. Sepeda dikirim menggunkan JNE Trucking. Estimasi sampai, 3-9 hari. 3-9 hari yang lagi-lagi bikin gak tenang kerja. Frekuensi saya ngecek website jne buat tracking melebihi jumlah solat wajib. Di hari ke berapa gitu lupa, kok status di website tidak berubah selama beberapa hari. Saya mulai panik, apakah mungkin paket sudah sampai tapi alamat salah dan berbagai kemungkinan-kemungkinan buruk lewat di kepala. Berkat saran si penjual, saya coba datang ke cabang JNE terdekat untuk memastikan barang saya apakah aman dan sudah dimana, ada sedikit kabar baik karena setelah dicek, barang sudah ada di Bandung. Benar saja besoknya sepeda mendarat dengan selamat. 

Dan sayabsiap untuk #GowesHariRabu 🤘

Wow panjang juga ya 😁. Nah siapa tau ada yang mau nonton proses unboxingnya, silakan tonton video di bawah ini. 

No comments

Powered by Blogger.