Wednesday, April 10, 2019

Rahasia



Jika tahun 2019 disebut tahun politik  makan bulan April 2019 ini adalah tahunnya politik. Panas, saling serang satu sama lain. Pusing karena selain memilih capres cawapres, 17 April nanti kita memilih calon legislatif. Sudah menentukan capres cawapres dan calegnya?

Saya sendiri beberapa kali mendapat pertanyaan, nomor satu apa dua, Gan? Bubur diaduk apa disedot, Gan? Pertanyaan kedua, saya jawab di tulisan lain. Untuk pertanyaan pertama, jawaban saya, rahasia.

Begini, tahun 2014 lalu, saya memilih Pak Jokowi. Tak hanya memilih, saya juga "membantu" kampanye Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla waktu itu. Kampanye di Path. Hahaha. Beberapa kali saya memposting yang berkaitan dengan pencalonan Pak Jokowi. Ada efeknya? Tentu saja. Bukan, efeknya bukan kemenangan Pak Jokowi. Gak ngaruh kampanye saya hahaha. Efeknya saya jadi canggung dengan teman yang mendukung dan menyuarakan Pak Prabowo.

Tahun 2019 ini, entah kebetulan atau tidak, Pak Jokowi akan kembali berhadapan dengan Pak Prabowo. Kembali bertarung memperebutkan hati dan suara rakyat. Jadi akan sangat wajar jika ada yang berkomentar, ah paling si gangan pilih Pak Jokowi lagi. Walaupun pada kenyataannya tak ada yang peduli. Hehehe. Atau dengan keputusan saya merahasiakan pilihan, sementara 5 tahun lalu memilih Pak Jokowi, akan ada yang beranggapan, nyesel ya milih jokowi. Walaupun lagi-lagi, tak ada yang peduli.

Meskipun begitu, setidaknya ada tiga hal yang membuat pilihan saya merahasiakan pilihan capres cawapres ini bisa bekerja. Apa itu? Sebelum dibahas, iklan dulu.



BELI KAOS TERSEBUT DI TOKO HARI RABU


1. Calon presiden
Dua nama yang maju tetap sama, yamg membedakan adalah umur, mereka lima tahun lebih tua. Kita semua juga sih. Tapi, pilihan saya bisa rahasia karena meskipun orangnya tetap, tapi tetap ada pilihan. Jadi kemungkinan masih 50-50 antara Pak Jokowi atau Pak Prabowo.

2. Cawapres
Jika pasangan capres dikesampingkan karena alasan calonnya itu-itu saja, maka muncul dari sisi cawapres. Lima tahun lalu saya memilih Pak JK daripada Pak Hatta, tahun ini 50-50 antara Pak Ma'ruf atau Pak Sandi.

3. Program
Penjelasan kurang lebih sama seperti poin 1 dan 2.

Sejauh ini, efek merahasiakan pilihan saya, saya tak canggung lagi dengan teman yang berbeda pilihan.

Sebelum saya akhiri tulisan ini, ada satu video bagus dari Skinny Indonesia featuring Coki Muslim, silakan ditonton


0 comments:

Post a Comment